Ekonomi | Rabu, 17 Juni 2020 - 11:11 WIB

Rupiah Berotot Rp14.060 per Dolar AS pada Rabu Pagi

Rupiah Berotot Rp14.060 per Dolar AS pada Rabu Pagi

Author:

Maulidia Septiani

Ekonomi

17 Juni 2020

11:11 WIB

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.060 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (17/6) pagi. Posisi tersebut menguat 0,21 persen dibandingkan perdagangan Selasa (16/6) sore di level Rp14.090 per dolar AS.

Pagi ini, mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak variatif terhadap dolar AS. Mata uang yang mengalami penguatan antara lain Yen Jepang menguat 0,08 persen, dolar Singapura menguat 0,03 persen,dolar Taiwan menguat 0,11 persen, dan baht Thailand menguat 0,01 persen. Sebaliknya, mata uang won Korea Selatan melemah 0,63 persen, peso Filipina melemah 0,93 persen rupee India melemah 0,24 persen, yuan China melemah 0,10 persen, ringgit Malaysia melemah 0,3 persen, dan dolar Hong Kong masih stagnan.

Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju juga masih bergerak menguat. Poundsterling Inggris menguat 0,14 persen, dolar Australia menguat 0,30 persen, Dolar Kanada melemah 0,09 persen, franc Swiss menguat 0,02 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memprediksi sentimen positif dari kebijakan stimulus terbaru Bank Sentral AS masih menjadi pemicu penguatan harga aset-aset berisiko pagi ini. Rupiah juga masih bisa menguat terhadap dollar AS hari ini karena sentimen the Fed tersebut. Selain itu, sentimen positif juga dipicu rencana stimulus pemerintah AS sebesar 1 triliun dolar untuk infrastruktur. Rilisan data penjualan ritel AS, semalam, yang mengalami kenaikan di bulan Mei juga menguatkan sentimen positif bahwa pembukaan kembali ekonomi mendorong pemulihan. Data penjualan ritel AS tumbuh 17,7 persen month to month pada bulan Mei dibandingkan data bulan April yang turun 14,7 persen.

Namun di sisi lain, munculnya second wave dan masih meningginya penyebaran wabah di seluruh dunia masih menjadi kekhawatiran pasar. Kekhawatiran ini bisa menahan penguatan dan memicu pelemahan aset berisiko kembali.

Laporan IMF soal kontraksi ekonomi global yang diperkirakan melebihi prediksi sebelumnya juga bisa menjadi penekan aset berisiko. Adapun sepanjang hari ini, rupiah berpotensi menguat ke kisaran Rp14.000 per dolar AS dengan potensi pelemahan ke kisaran 14.150 per dolar AS.

Terpopuler