Ekonomi | Rabu, 12 Pebruari 2020 - 09:09 WIB

Pernyataan Bos The Fed Angkat Rupiah ke Rp13.658 per Dolar AS

Pernyataan Bos The Fed Angkat Rupiah ke Rp13.658 per Dolar AS

Author:

Maulidia Septiani

Ekonomi

12 Pebruari 2020

09:09 WIB

Nilai tukar rupiah berada di level Rp13.658 per dolar AS pada Rabu (12/2) pagi. Posisi tersebut menguat 0,12 persen jika dibandingkan Selasa (11/2) yang berada di level Rp13.638 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, baht Thailand menguat 0,15 persen, dolar Taiwan 0,11 persen, peso Filipina 0,10 persen, diikuti ringgit Malaysia serta rupee India yang menguat tipis 0,02 persen.

Sementara, pelemahan terjadi pada won Korea sebesar 0,11 persen, yen Jepang 0,07 persen, lira Turki 0,05 persen, serta dolar Singapura yang melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.

Nilai tukar rupiah berada di level Rp13.658 per dolar AS pada Rabu (12/2) pagi. Posisi tersebut menguat 0,12 persen jika dibandingkan Selasa (11/2) yang berada di level Rp13.638 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, baht Thailand menguat 0,15 persen, dolar Taiwan 0,11 persen, peso Filipina 0,10 persen, diikuti ringgit Malaysia serta rupee India yang menguat tipis 0,02 persen.

Sementara, pelemahan terjadi pada won Korea sebesar 0,11 persen, yen Jepang 0,07 persen, lira Turki 0,05 persen, serta dolar Singapura yang melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan dolar Australia sama-sama menguat dengan nilai masing-masing sebesar 0,03 persen dan 0,26 persen. Hanya dolar Kanada yang melemah tipis sebesar 0,01persen, sementara euro berada di posisi stagnan terhadap dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah pagi ini disebabkan oleh pernyataan Gubernur bank sentral AS Jerome Powell pada Selasa (11/2) malam yang menyebut ekonomi Negeri Paman Sam  masih kuat hingga saat ini.

Hal tersebut dapat dilihat dari tidak adanya tanda-tanda resesi kepada negara tersebut.

"Pernyataan Jerome Powell semalam bisa memberikan sentimen positif ke aset berisiko termasuk rupiah," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (12/2).

Tapi di sisi lain, Powell juga menyatakan kekhawatirannya terhadap Virus Corona bagi pertumbuhan ekonomi global.  Ariston mengatakan analisisnya  menunjukkan Virus Corona bisa menekan laju pertumbuhan ekonomi global sebanyak 0,3 persen dan China sebesar 0,5 persen hingga 1 persen.

Penasihat keamanan Gedung Putih juga menekankan dampak negatif Virus Corona terhadap implementasi kesepakatan dagang AS China tahap satu. Ariston pun menyebut kejadian-kejadian tersebut sebetulnya bisa menekan rupiah sebagai aset berisiko.

"Rupiah masih diuntungkan karena negara kita masih belum ada orang yang dinyatakan terinfeksi Virus Corona," ucap Ariston.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.630 hingga Rp13.680 per dolar AS pada hari ini.
 

Terpopuler