Ekonomi | Kamis, 28 Maret 2019 - 09:09 WIB

Daya Saing Infrastruktur Indonesia Tertinggal dari Malaysia

Daya Saing Infrastruktur Indonesia Tertinggal dari Malaysia

Author:

Maulidia Septiani

Ekonomi

28 Maret 2019

09:09 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menghadiri perayaan ulang tahun PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) ke 10. Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian yang didapat SMI. Ia mengatakan, sudah banyak pencapaian yang diraih dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Meski demikian, daya saing atau competitiveness index infrastruktur Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan Malaysia. SMIers ini pasti adalah mereka yang paling tidak, pernah ke luar negeri. Tidak usah jauh-jauh Malaysia. Kalau dilihat dari global competitiveness index infrastrukturnya saja mereka ada di rangking 30, Indonesia ada di rangking 71. Ranking ini tentu bukan sesuatu yang membanggakan. Untuk itu, dia mengajak SMI agar turut serta mendorong kenaikan competitiveness index infrastruktur agar lebih baik meskipun jika dibandingkan Malaysia Indonesia memiliki wilayah yang lebih luas dan penduduk lebih besar.

Saat ini PT SMI memiliki banyak SDM millenial yang memiliki semangat besar untuk melakukan perubahan-perubahan. Dia pun meminta, SMI dapat terus bergerak dan memerangi sikap mencari-cari alasan. Ia berharap semangat muda dari SMI adalah semangat yang tadi ditunjukkan dengan lagu, dengan bahkan pengibaran bendera menyanyikan Indonesia Raya. Bahkan dari sisi doanya dan gerakan kita semuanya adalah ingin membangun semangat, memerangi sikap kita untuk selalu mencari alasan bahwa ini tidak bisa dan terlalu sulit.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menegaskan, membangun Sumber Daya Manusia (SDM) jauh lebih sulit dibandingkan membangun fisik atau infrastruktur. Hasil pembangunan infrastruktur bisa langsung dilihat tetapi pembangunan SDM sulit untuk diukur. Belanja SDM yang menggunakan uang negara juga sulit dihitung salah satunya untuk pembangunan kesehatan masyarakat seperti stunting dan jumlah anak yang dilahirkan. Sering kali, anggaran habis untuk hal ini namun hasilnya tidak bisa langsung dirasakan.  Di bidang kesehatan bisa diukur jumlah anak yang stunting. Tapi itu tidak juga turun. Jumlah bayi yang lahir sehat, berapa ibu yang melahirkan dengan sehat. Kita bicara anak yang di didik. Tidak tahu anaknya makin pintar atau tidak, tahu-tahu uangnya sudah habis, ucapnya. 

Terpopuler

Rabu, 13 Pebruari 2019 - 01:01 WIB
Keuangan dan Bisnis
IHSG Diramal Tertekan
Selasa, 29 Januari 2019 - 04:04 WIB
Forex
Wall Street Bergerak Campuran