Komoditi | Kamis, 28 Maret 2019 - 08:08 WIB

Persediaan AS Melonjak, Harga Minyak Merosot

Persediaan AS Melonjak, Harga Minyak Merosot

Author:

Melia Purvita Sari

Komoditi

28 Maret 2019

08:08 WIB

Harga minyak merosot usai data pemerintah menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih dari yang diharapkan pada pekan lalu. Hal ini didorong tumpahan bahan kimia di Texas sehingga menghambat ekspor.
 
Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup melemah 14 sen atau 0,2 persen ke posisi USD 67,83 per barel. Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat susut 53 sen atau 0,9 persen ke posisi USD 59,41 per barel.

Persediaan minyak mentah AS naik 2,8 juta barel pada pekan lalu dibandingkan harapan analis untuk penurunan 1,2 juta barel. Hal itu berdasarkan data the US Energy Information Administration (EIA). EIA menyebutkan ekspor minyak mentah turun 506 ribu barel per hari.
 
"Laporan pasar sedikit bearish. Alasan pasar tidak menganggapnya karena banyak pembangunan di Gulf Coast dan Gulf Coast memiliki masalah dengan Houston Ship Channel," ujar dia, pada hari Kamis (28.03.2019).
 
Kebakaran tangki petrokimia dan tumpahan bahan kimia pekan lalu di sepanjang Houston Ship Channel menghambat pengiriman minyak mentah selama beberapa hari.
 
Hal ini mendorong pejabat Texas untuk menuntut pemilik fasilitas penyimpanan. Sentimen ini juga pengaruhi harga minyak.
 
"Ada kapal yang menunggu di barisan untuk keluar dan ada yang masuk," ujar dia.
 
Selain itu, gangguan terhadap ekspor Venezuela membantu mengatasi kerugian harga minyak. Selain sanksi AS pada Januari yang melarang penyuling AS membeli minyak Venezuela,  pelabuhan ekspor minyak utama  tidak dapat melanjutkan operasi usai pemadaman listrik yang meluas selama tiga hari.
 
Harga minyak telah naik sekitar 30 persen dari posisi terendah pada tahun 2018. Ini didukung oleh pembatasan pasokan minyak oleh OPEC dan produsen utama lainnya. Sentimen lainnya juga berasal dari sanksi AS atas ekspor Venezuela dan iran.
 
Rata-rata produksi minyak dari Rusia mencapai 11,3 juta barel per hari pada bulan Maret. Dibandingkan bulan sebelumnya 11,34 juta. Menteri Energi Rusia, Alexander Novak mengatakan, pihaknya berencana untuk mempercepat mengurangi produksi minyak.
 

Terpopuler

Rabu, 13 Pebruari 2019 - 01:01 WIB
Keuangan dan Bisnis
IHSG Diramal Tertekan
Selasa, 29 Januari 2019 - 04:04 WIB
Forex
Wall Street Bergerak Campuran