Komoditi | Senin, 14 Maret 2022 - 09:09 WIB

Penurunan Mingguan Terbesar Harga Minyak Dunia

Penurunan Mingguan Terbesar Harga Minyak Dunia

Author:

Maulidia Septiani

Komoditi

14 Maret 2022

09:09 WIB

Harga minyak lebih menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei melonjak US$3,34 atau 3,1 persen ke level US$112,67 per barel setelah sempat mencapai level terendah di US$107,13.

Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April naik US$3,31 atau 3,1 persen ke level US$109,33 per barel, setelah mencapai terendah sesi di US$104,48. Meski menguat, harga minyak sejatinya membukukan penurunan mingguan tertajam sejak November. Analis menyebut kondisi itu terjadi karena para pedagang memperkirakan ada prospek perbaikan pasokan minyak usai dua minggu belakangan ini terganggu invasi Rusia ke Ukraina. 

Harga Brent naik  ke level US$139,13 pada Senin lalu. Sementara minyak mentah AS  naik ke US$130,50 pada hari yang sama.   Kedua kontrak minyak itu menyentuh puncak harga ini sejak 2008. Lonjak harga minyak terjadi sejak invasi Rusia ke Ukraina.   Namun belakangan ini, harga minyak mulai beringsut turun.Minggu kemarin, minyak Brent turun 4,8 persen dan minyak mentah AS turun 5,7 persen. Penurunan salah satunya dipicu permintaan pejabat pemerintah AS kepada produsen domestik dan global untuk meningkatkan produksi guna meningkatkan pasokan minyak sehingga penguatan yang dipicu oleh konflik Rusia-Ukraina bisa dibendung.

Setelah perintah dikeluarkan, pasar minyak mulai mengalihkan perhatian mereka ke kebijakan Badan Energi Internasional (IEA) dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Apalagi, keduanya telah mengindikasikan pasar akan kelebihan pasokan tahun ini.

Data rig AS dari perusahaan jasa energi Baker Hughes Co menunjukkan pengebor menambahkan 13 rig minyak dan gas alam, sehingga totalnya menjadi 663 rig. Peningkatan pasokan itu merupakan yang kesembilan dalam 10 minggu. Meski demikian upaya itu masih menghadapi tantangan besar. Pasar masih melacak dan mencermati data ekspor Rusia yang terganggu akibat konflik mereka dengan Ukraina. Pembicaraan Iran yang tertunda juga menjadi salah satu faktor pendukung pasar. Pelaku pasar sekarang akan melacak dengan cermat data ekspor Rusia untuk mengetahui berapa banyak (pasokan) yang terganggu. Selain itu, konflik Ukraina dan Rusia yang belum juga usai masih berpotensi mendongkrak harga minyak. 

Terpopuler