Komoditi | Senin, 29 April 2019 - 08:08 WIB

Minyak Jatuh Setelah Trump Menekan OPEC

Minyak Jatuh Setelah Trump Menekan OPEC

Author:

Melia Purvita Sari

Komoditi

29 April 2019

08:08 WIB

Harga minyak terpantau mengalami penurunan pada hari Senin, memperpanjang penurunan dari hari Jumat yang mengakhiri penguatan dalam seminggu, setelah Presiden AS Donald Trump menuntut OPEC meningkatkan produksi.
 
Minyak mentah berjangka Brent berada di posisi $ 71,72 per barel, turun 43 sen, atau 0,6 persen, dari penutupan terakhir mereka. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $ 62,92 per barel, turun 38 sen, atau 0,6 persen, dari penutupan sebelumnya.
 
Bank ANZ mengatakan, “pada hari Senin (29.04.2019), harga minyak terpukul setelah Presiden Trump mengindikasikan ia telah berbicara dengan Arab Saudi tentang mengurangi dampak ekspor minyak Iran yang lebih rendah dengan meningkatkan aliran di tempat lain.”
 
Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia menelepon Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mengatakan kepada kartel untuk menurunkan harga minyak.
“Harga bensin turun. Saya menelepon OPEC, saya bilang Anda harus menurunkannya. Anda harus menurunkannya,” kata Trump kepada wartawan.
 
Pernyataan itu memicu aksi jual setelah minyak mendapatkan momentum pada bulan April pasca Trump memperketat sanksi terhadap Iran dengan mengakhiri semua pengecualian yang sebelumnya dimiliki oleh pembeli utama di Asia.
 
Pelaku pasar mengatakan pasar akan kembali berfokus pada pasokan OPEC sejak awal tahun.
 
Pemotongan telah didukung oleh beberapa produsen non-OPEC, terutama Rusia, tetapi analis mengatakan kerjasama ini mungkin tidak akan bertahan melebihi pertemuan antara OPEC dan sekutunya yang lain, yang dijadwalkan untuk bulan Juni.
 
Rusia mengatakan akan dapat memenuhi kebutuhan permintaan minyak China karena Beijing mencoba mengganti impor yang biasanya didapat dari Iran.
 
“Rusia tampaknya memiliki setiap alasan untuk melanjutkan peningkatan tingkat produksi dan kita tidak akan melihat OPEC + setuju untuk memperpanjang pengurangan produksi, alasan untuk menutupi kekurangan dari Iran,” ujar dia.

Terpopuler

Selasa, 29 Januari 2019 - 11:11 WIB
Forex
Wall Street Bergerak Campuran
Rabu, 13 Pebruari 2019 - 08:08 WIB
Keuangan dan Bisnis
IHSG Diramal Tertekan