Komoditi | Jumat, 21 Juni 2019 - 01:01 WIB

Ketegangan AS - Iran Meningkat Picu Lonjakan Harga Minyak

Ketegangan AS - Iran Meningkat Picu Lonjakan Harga Minyak

Author:

Melia Purvita Sari

Komoditi

21 Juni 2019

01:01 WIB

Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 5 persen usai Iran menembak jatuh drone militer Amerika Serikat (AS), yang meningkatkan kekhawatiran konfrontasi militer antara Teheran dan Washington.
 
Harapan bahwa Federal Reserve AS dapat memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya turut merangsang pertumbuhan di negara konsumen minyak terbesar dunia, dan penurunan persediaan minyak mentah AS juga mendukung harga.
 
Melansir laman Reuters, pada hari Jumat (21.06.2019), harga minyak mentah Brent, patokan global, ditutup naik USD 2,63, atau 4,3 persen menjadi USD 64,45 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik USD 2,89, atau 5,4 persen menjadi USD 56,65 per barel.
 
"Pada pertemuan (the Fed) ada siklus pelonggaran yang membayangi yang akan memukul dolar dan menopang harga komoditas dan ada juga ketegangan dengan Iran," ujar dia.
 
"Harga minyak dapat naik lebih lanjut karena ketegangan antara AS dan Iran memanas," dia menambahkan.
 
Presiden AS Donald Trump mengecilkan dugaan Iran terkait dengan jatuhnya drone militer AS, setara dengan mengatakan dugaan itu ditembak secara tidak sengaja dan bahwa "itu akan membuat perbedaan besar" baginya jika pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh telah diujicobakan.
 
Sementara komentar yang muncul menunjukkan bahwa Trump tidak bersemangat untuk meningkatkan hal terbaru dalam serangkaian insiden dengan Iran. Dia turut memperingatkan bahwa: "Negara ini tidak akan mendukungnya."
 
Teheran mengatakan pesawat tak berawak Global Hawk yang tidak bersenjata sedang dalam misi mata-mata atas wilayahnya. Tetapi Washington membantah dengan mengatakan jika drone yang ditembak jatuh berada di wilayah udara internasional.
 

Terpopuler

Selasa, 29 Januari 2019 - 04:04 WIB
Forex
Wall Street Bergerak Campuran
Rabu, 13 Pebruari 2019 - 01:01 WIB
Keuangan dan Bisnis
IHSG Diramal Tertekan