Komoditi | Rabu, 13 Maret 2019 - 15:03 WIB

Harga Minyak Naik Karena Rencana Pemotongan Kuota Ekspor Arab Saudi

Harga Minyak Naik Karena Rencana Pemotongan Kuota Ekspor Arab Saudi

Author:

Melia Purvita Sari

Komoditi

13 Maret 2019

15:03 WIB

Harga minyak naik tipis pada penutupan perdagangan di hari Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta) didukung oleh tanda-tanda pengetatan pasokan global setelah salah satu pejabat Arab Saudi mengatakan bahwa mereka berencana untuk memotong ekspor pada bulan April. Sementara untuk pemerintah amerika Serikat (AS) mengurangi perkiraan pertumbuhan produksi minyak mentah untuk domestik.
 
Mengutip Reuters, pada hari Rabu (13.03.2019), Arab Saudi yang tengah berusaha untuk mengurangi pasokan minyak di dunia untuk mendukung kenaikan harga, berencana untuk memotong ekspor minyak mentah pada bulan depan menjadi di bawah 7 juta barel per hari. Selain itu, Arab Saudi juga menjaga produksi agar tidak lebih dari 10 juta barel per hari
 
Dengan adanya sentimen tersebut, harga minyak mentah berjangka Brent naik 9 sen, atau 0,1 persen menjadi USD 66,67 per barel. sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 8 sen, atau 0,1 persen menjadi menetap di USD 56,87 per barel.
 
Sejak awal tahun, kedua tolok ukur harga minyak di dunia tersebut telah meningkat sekitar 25 persen.
 
Harga minyak mentah telah didukung sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia, kembali memotong pasokan pada tanggal 1 Januari 2019. Kelompok yang dinamakan OPEC + ini setuju untuk mengurangi pasokan sebesar 1,2 juta barel per hari selama enam bulan.
 
Seorang pejabat Arab Saudi mengatakan bahwa mereka secara sukarela mengurangi pasokan lebih dari kesepakatan yang disyaratkan dan pada bulan April dan akan mempertahankan produksi jauh di bawah 10 juta barel per hari.
 
Angka tersebut kurang dari 10,311 juta barel per hari seperti yang telah disepakati oleh Arab Saudi pada perjanjian OPEC +.
Di AS, Energy Information Administration (EIA) mengatakan bahwa produksi minyak mentah domestik diperkirakan akan tumbuh lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya pada tahun 2019, rata-rata sekitar 12,3 juta barel per hari.
 
“Bagian dari upaya melawan upaya OPEC + adalah gagasan tentang pertumbuhan tanpa henti dalam produksi minyak AS. Laporan EIA mengekang beberapa di dalamnya, dan laporan itu mendukung dalam hal itu, ”kata John Kilduff, analis Again migas di Capital LLC, New York, AS.
 
Namun, EIA memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia di tahun 2019 sebesar 40 ribu barel per hari menjadi 1,45 juta barel per hari.
 
Persediaan minyak mentah AS turun 2,6 juta barel dalam sepekan hingga tanggal 8 Maret menjadi 449 juta, ungkap kelompok industri American Petroleum Institute pada Selasa. Analis memperkirakan peningkatan 2,7 juta barel.
 
Laporan resmi pemerintah AS tentang stok minyak mentah akan dirilis pada hari Rabu.

Terpopuler

Selasa, 29 Januari 2019 - 11:11 WIB
Forex
Wall Street Bergerak Campuran
Rabu, 13 Pebruari 2019 - 08:08 WIB
Keuangan dan Bisnis
IHSG Diramal Tertekan