Komoditi | Kamis, 20 Juni 2019 - 01:01 WIB

Harga Minyak Melemah Usai Stok AS Menurun

Harga Minyak Melemah Usai Stok AS Menurun

Author:

Melia Purvita Sari

Komoditi

20 Juni 2019

01:01 WIB

Harga minyak melemah didukung dari penurunan lebih besar dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS).  Selain itu, bursa saham AS atau wall street yang menguat terbatas.
 
Harga minyak Brent berjangka ditutup merosot 32 sen atau 0,5 persen ke posisi USD 61,82 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 14 sen atau 0,26 persen ke posisi USD 53,76 per barel. Pada Selasa, WTI telah mencatat kenaikan harian terbesar sejak awal bulan Januari.
 
Setelah membengkak mendekati level tertinggi dalam dua tahun, stok minyak mentah AS turun 3,1 juta barel pada pekan lalu dibandingkan harapan analis 1,1 juta barel.
 
The Energy Information Administration (EIA) juga menyatakan, produk olahan mencatat penurunan mengejutkan karena kenaikan penyulingan dan ekspor minyak mentah, serta penurunan produksi minyak mentah. Harga minyak sempat berubah positif setelah laporan EIA.
 
"Saya pikir, secara keseluruhan, itu adalah laporan positif. Bahkan dengan laporan bullish, setelah kenaikan besar kemarin, pasar ragu untuk mendorong jauh lebih tinggi," ujar dia, pada hari Kamis (20.06.2019).
 
Bursa saham AS juga membatasi kenaikan harga minyak. Bursa saham AS cenderung stabil setelah keputusan bank sentral AS mempertahankan suku bunga stabil seperti yang diharapkan.
 
"Pasar minyak mentah berkorelasi dengan itu. Saya tidak berpikir itu lebih dari sekadar sentimen," ujar dia.
 
Sementara itu, ketegangan tetap tinggi di Timur Tengah usai serangan tanker pada pekan lalu yang mendorong harga minyak. Kekhawatiran konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat meningkat.
 
Presiden AS Donald Trump menyatakan siap mengambil tindakan militer untuk menghentikan Iran memiliki bom nuklir.
 
Pasar minyak, bagaimanapun sebagian besar mengabaikan serangan roket di sebuah site, Irak Selatan yang digunakan oleh perusahaan minyak asing termasuk raksasa energi AS ExxonMobil.
 
Tiga orang terluka dalam serangan itu yang mengancam akan semakin meningkatkan ketegangan AS-Iran di wilayah tersebut.
 
Anggota OPEC pun sepakat bertemu pada 1 Juli, diikuti oleh pertemuan dengan sekutu non-OPEC pada tanggal 2 Juli. OPEC dan sekutunya akan membahas apakah akan memperpanjang kesepakatan pemangkasan 1,2 juta barel per hari produksi yang habis pada Juni ini.

Terpopuler

Selasa, 29 Januari 2019 - 04:04 WIB
Forex
Wall Street Bergerak Campuran
Rabu, 13 Pebruari 2019 - 01:01 WIB
Keuangan dan Bisnis
IHSG Diramal Tertekan