Komoditi | Rabu, 11 September 2019 - 08:08 WIB

Harga Emas Menurun ke level Terendah dalam Sebulan Terakhir

Harga Emas Menurun ke level Terendah dalam Sebulan Terakhir

Author:

Melia Purvita Sari

Komoditi

11 September 2019

08:08 WIB

Harga emas turun ke level terendah dalam sebulan terakhir pada perdagangan di hari Selasa (Rabu waktu Jakarta). Hal ini didorong oleh meningkatnya imbal hasil obligasi dan dolar membuat daya tarik aset safe haven.
 
Dikutip dari CNCB, harga emas di pasar spot gold mengalami penurunan sebesar 0,58 persen pada USD 1.489,97 per ounce, setelah sebelumnya mencapai level terendah sejak tanggal 13 Agustus, pada USD 1.486. Sedangkan harga emas berjangka AS tergelincir 0,90 persen menjadi USD 1.497,6 per ounce.
 
Imbal hasil AS naik ke puncak multi-minggu, mengikuti obligasi Jerman, karena harapan meredakan ketegangan perdagangan AS dan China dan ekspektasi langkah-langkah stimulus fiskal oleh bank sentral global yang mendorong sentimen risiko.
 
“Kami melihat likuidasi safe haven di pasar, tidak ada alasan untuk safe haven saat ini. Meskipun ekuitas menarik kembali hari ini, mereka menunjukkan beberapa kekuatan residual,” kata dia.
 
Harga emas telah turun lebih dari 4 persen, atau lebih dari USD 60 dalam waktu kurang dari seminggu, terutama dipengaruhi oleh kenaikan yang luas di pasar ekuitas.
 
Mempertimbangkan banyaknya posisi net long dalam emas, “semua orang yang terlambat masuk ini mulai melikuidasi posisi mereka sekarang. Kami (juga) melihat hasil sedikit naik," tambah Streible.
 
Spekulan meningkatkan posisi bullish mereka dalam kontrak emas dan perak COMEX dalam minggu ini hingga tanggal 3 September.
 
Investor sekarang menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis, yang secara luas diperkirakan akan memberikan penurunan suku bunga. Federal Reserve AS juga diperkirakan akan menurunkan suku bunganya minggu depan karena pembuat kebijakan berlomba untuk memerangi risiko penurunan global.
 
Namun, para analis mengatakan lintasan positif keseluruhan harga emas masih utuh.
 
"Kami sekarang mengharapkan harga emas untuk diperdagangkan lebih kuat lebih lama, mungkin menembus USD 2.000 per ounce dan memposting siklus tertinggi baru di beberapa titik dalam satu atau dua tahun mendatang," tulis analis.

Terpopuler

Rabu, 13 Pebruari 2019 - 01:01 WIB
Keuangan dan Bisnis
IHSG Diramal Tertekan
Selasa, 29 Januari 2019 - 04:04 WIB
Forex
Wall Street Bergerak Campuran