Komoditi | Kamis, 15 Agustus 2019 - 08:08 WIB

Ekonom Zona Eropa Memburuk, Harga Emas Naik Lagi

Ekonom Zona Eropa Memburuk, Harga Emas Naik Lagi

Author:

Melia Purvita Sari

Komoditi

15 Agustus 2019

08:08 WIB

Harga emas naik 1 persen pada perdagangan hari Rabu (14.08.2019). Kenaikan karena kurva yield Treasury AS berbalik arah dan data ekonomi yang buruk dari zona euro memicu kekhawatiran resesi dan mendorong investor memilih ke safe-haven.
 
Dikutip dari laman CNBC, pada hari Kamis (15.04.2019), harga emas di pasar spot mengalami kenaikan sebesar 0,8 persen menjadi USD 1,513,34 per ounce, setelah merosot sebanyak 2 persen pada hari Selasa. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,75 persen pada USD 1.525,4.
 
Kurva imbal hasil keuangan AS berbalik arah untuk pertama kalinya sejak tahun 2007, sebuah tanda bahwa ekonomi terbesar dunia itu mungkin menuju resesi.
 
“Dengan ekonomi utama di zona euro yang melaporkan pertumbuhan negatif, mungkin saja kita akan melihat resesi. Jadi, untuk emas khususnya, itu meningkatkan ekspektasi dari apa yang akan dilakukan Federal Reserve AS dalam hal pelonggaran suku bunga," kata dia.
 
“Tidak ada yang bisa mengalahkan emas dalam waktu dekat ini. Mungkin ada kemungkinan dimana harga emas kembali naik," ucapnya lebih lanjut.
 
PDB zona eropa hampir tidak tumbuh pada kuartal kedua tahun 2019 karena ekonomi di seluruh blok kehilangan kekuatan ekonomi. Sebut saja Jerman, ekonomi mereka terpengaruh karena perlambatan global yang didorong oleh konflik perdagangan dan ketidakpastian Brexit.
 
Ini terjadi setelah data menunjukkan pertumbuhan dalam output industri China pada bulan Juli naik paling lambat dalam lebih dari 17 tahun.
 
Saham global jatuh dengan adanya risiko resesi. Membatalkan keuntungan dari sesi sebelumnya yang didorong oleh keputusan Washington untuk menunda tarif pada beberapa barang China yang dijadwalkan akan dimulai bulan depan.
 
“Geopolitik juga tetap mempengaruhi pasar cukup besar, yang juga mendukung kenaikan harga emas dan perak,” kata dia.
 
"Kerusuhan sipil di Hong Kong tetap menjadi fokus di antara para pedagang dan investor di seluruh dunia," tambah dia.
 
Dalam sesi perdagangan pada hari Selasa, emas pada awalnya melonjak ke level tertinggi selama enam tahun di USD 1.534,31 karena kerusuhan di Hong Kong dan pelemahan Peso Argentina, sebelum berbalik arah untuk jatuh 2 persen.
 
Investor sekarang menunggu konklaf tahunan Federal Reserve AS di Jackson Hole, Wyoming, minggu depan untuk mendapatkan petunjuk tentang lintasan suku bunga di masa depan. Investor melihat peluang 68,8 persen dari penurunan suku bunga 25 basis poin oleh bank sentral AS bulan depan.
 
 

Terpopuler

Rabu, 13 Pebruari 2019 - 01:01 WIB
Keuangan dan Bisnis
IHSG Diramal Tertekan
Selasa, 29 Januari 2019 - 04:04 WIB
Forex
Wall Street Bergerak Campuran