Komoditi | Rabu, 02 Oktober 2019 - 09:09 WIB

Data Manufaktur AS Melemah, Harga Emas Kembali Tinggi

Data Manufaktur AS Melemah, Harga Emas Kembali Tinggi

Author:

Melia Purvita Sari

Komoditi

02 Oktober 2019

09:09 WIB

Harga emas naik pada perdagangan di hari Selasa, berbalik arah dari sesi sebelumnya ketika menyentuh level terendah dalam dua bulan. Kenaikan harga emas ini terjadi karena dolar AS tertekan setelah data manufaktur AS melemah.
 
Dengan pelemahan data ekonomi tersebut maka mendorong persepsi dari pelaku pasar bahwa kemungkinan besar Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) akan memangkas suku bunga.
 
Mengutip dari salah satu laman, pada hari Rabu (02.10.2019), harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi USD 1.482,28 per ounce, setelah menyentuh level terendah sejak 6 Agustus di USD 1.458,50 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 1,1 persen ke level USD 1.488,30 per ounce.
 
Sektor manufaktur AS mengalami kontraksi pada September ke level terlemah dalam lebih dari satu dekade karena kondisi bisnis semakin memburuk di tengah ketegangan perang dagang dengan China.
"Ini menunjukkan mungkin ada koreksi signifikan dalam perekonomian dan pelaku pasar akan kembali ke instrumen lindung nilai sekarang," kata dia.
 
"Data yang lebih lemah ini mungkin mendukung penurunan suku bunga Fed lagi dan sebagai hasilnya, harga emas mungkin mendapatkan bonus bergerak ke level yang lebih tinggi," katanya.
 
Pasar saham AS berubah terbakar dan dolar AS memangkas keuntungan setelah data manufaktur tersebut keluar. Sementara itu, imbal hasil surat utang atau obligasi AS, jatuh ke posisi terendah.
 
Namun, harga emas telah kehilangan hampir USD 100 sejak mencapai puncak di USD 1.557 per ounce pada awal bulan September, sebagian besar karena kekuatan dolar AS.
 

Terpopuler