Komoditi | Jumat, 12 Juli 2019 - 01:01 WIB

Data Inflasi AS Membaik, Harga Emas Tergelincir Tipis

Data Inflasi AS Membaik, Harga Emas Tergelincir Tipis

Author:

Melia Purvita Sari

Komoditi

12 Juli 2019

01:01 WIB

Harga emas untuk perdagangan di hari Kamis (11.07.2019) ditutup sedikit tergelincir. Hal ini dikarenakan data inflasi Amerika Serikat lebih baik dari perkiraan.
 
Dikutip dari CNBC, pada hari Jumat (12.07.2019), harga emas di pasar spot turun 0,85 persen menjadi USD 1.406,8 per ounce, atau turun USD 6. Penurunan ini sekaligus menahan laju kenaikan yang sudah terjadi sehari sebelumnya.
 
Sementara untuk harga emas berjangka AS pengiriman Agustus naik 0,26 persen menjadi $ 1.408,8 per ounce. Harga emas telah menyentuh level tertinggi satu minggu di $ 1.426 di awal sesi.
 
Federal Reserve AS bulan lalu menurunkan proyeksi inflasi untuk tahun 2019 menjadi 1,5 persen dari 1,8 persen. Namun, ini dinilai tidak mengubah harapan The Fed memangkas suku bunga bulan ini.
 
"Kami melihat data inflasi hari ini, menjadikan pasar hari ini mulai cooling down karena menahan ekspektasi rencana penurunan suku bunga tambahan, "ujar dia.
 
"Penyesuaian fakta bahwa mungkin kemarin sudah sedikit naik, tetapi harga emas masih bertahan dengan baik di atas USD 1.400, dan sepertinya akan terus berada di atas $ 1.400," tambahnya.
 
Harga emas di pasar spot naik 1,5 persen pada hari Rabu setelah pernyataan dovish Ketua Fed Jerome Powell. Dimana ia mengkonfirmasi ekonomi AS masih di bawah ancaman dari produktivitas industri yang mengecewakan, inflasi yang terkendali dan perang dagang yang meningkat, dan mengatakan The Fed siap untuk bertindak sebagaimana mestinya.
 
Pernyataan ini jelas menekan laju dolar dan sekaligus memperpanjang pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.
 
Para pembuat kebijakan dari bank sentral AS dijadwalkan bertemu pada tanggal 30-31 Juli, di mana investor akan mencari petunjuk lebih lanjut tentang pelonggaran kebijakan moneter.
 
Emas menguat ke puncak enam tahun terakhir di USD 1,438.63 per ons pada bulan lalu. 
 
"Jika harga emas kembali tembus di atas USD 1.438 dapat menyebabkan penguatan kembali dengan USD 1.500 menjadi target level selanjutnya," tulis dia.
 

Terpopuler

Rabu, 13 Pebruari 2019 - 01:01 WIB
Keuangan dan Bisnis
IHSG Diramal Tertekan
Selasa, 29 Januari 2019 - 04:04 WIB
Forex
Wall Street Bergerak Campuran