Komoditi | Selasa, 09 Juli 2019 - 01:01 WIB

Harga Emas Tergelincir karena Data Ekonomi AS Membaik

Harga Emas Tergelincir karena Data Ekonomi AS Membaik

Author:

Melia Purvita Sari

Komoditi

09 Juli 2019

01:01 WIB

Harga emas melemah tipis pada penutupan perdagangan di hari Senin (Selasa pagi waktu Jakarta) karena meningkatnya ekspektasi bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) tidak akan agresif memangkas suku bunga di akhir bulan ini. Pandangan tersebut membuat nilai tukar dolar AS menguat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang bertransaksi menggunakan mata uang lainnya.
 
Mengutip CNBC, pada hari Selasa (09.07.2019), harga emas di pasar spot mengalami penurunan sebesar 0,2 persen menjadi USD 1.396,59 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.398,50 per ounce.
 
Dengan adanya laporan tenaga kerja yang kuat maka taruhan pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin telah turun dari semula 30 persen menjadi hanya 2 persen," jelas analis.
 
"Fakta bahwa proyeksi penurunan suku bunga kemungkinan besar tidak akan terjadi menjadi faktor yang membuat harga emas turun atau merugi," tambah dia.
 
Laporan data tenaga kerja yang lebih baik pada Jumat lalu mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga acuan yang besar pada pertemuan yang akan digelar pada tanggal 30-31 Juli dan mengangkat nilai tukar dolar AS ke level tertinggi dalam 3 pekan.
 
Namun sebagian besar analis dan ekonom masih memperkirakan bahwa the Fed akan memangkas suku bunga dengan besaran yang lebih kecil yaitu hanya seperempat persen atau 25 basis poin. Hal tersebut mengingat data tenaga kerja saja yang cukup baik tetapi data ekonomi yang lain masih mengalami tekanan.
 

Terpopuler

Selasa, 29 Januari 2019 - 04:04 WIB
Forex
Wall Street Bergerak Campuran
Rabu, 13 Pebruari 2019 - 01:01 WIB
Keuangan dan Bisnis
IHSG Diramal Tertekan