Keuangan dan Bisnis | Selasa, 02 April 2019 - 15:03 WIB

Wall Street Menguat Terangkat Data Manufaktur China dan AS

Wall Street Menguat Terangkat Data Manufaktur China dan AS

Author:

Melia Purvita Sari

Keuangan dan Bisnis

02 April 2019

15:03 WIB

Wall Street atau Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat dipicu optimisme tentang kondisi ekonomi pada kuartal kedua terkait angka manufaktur dari China dan Amerika Serikat, yang meredakan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global.
 
Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 329,74 poin, atau 1,27 persen, menjadi 26.258,42. Sementara indeks S&P 500 naik 32,79 poin, atau 1,16 persen, menjadi 2.867,19, dan Nasdaq Composite bertambah 99,59 poin, atau 1,29 persen, menjadi 7.828,91.
 
Pasar kali ini antara lain dipengaruhi keuntungan dalam ekuitas global didorong data sektor manufaktur China secara tak terduga kembali menunjukkan pertumbuhan pada bulan Maret. Ini merupakan untuk pertama kalinya dalam empat bulan.
 
"Angka manufaktur China bangkit kembali, dan orang-orang mengambil lebih banyak risiko hari ini karenanya," ujar dia.
 
Demikian pula dengan angka manufaktur AS pada Maret tercatat juga lebih baik dari harapan, mendorong investor mengabaikan data penjualan ritel pada Februari yang melemah.
 
Kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global telah meredupkan sentimen sejak Federal Reserve mengumumkan pada akhir Januari akan mengakhiri pengetatan moneter lebih awal dari harapan. Ini mengacu pada kondisi "arus lintas" yang mempengaruhi perekonomian.
 
Pergeseran kebijakan Fed mendorong imbal hasil obligasi 10-tahun, berada di bawah posisi tiga bulan, pada pekan lalu untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.
 
Imbal hasil 10-tahun telah naik kembali di atas tarif tiga bulan. Bahkan pada hari Senin, mencapai posisi tertinggi dalam sepekan. Kenaikan pada imbal hasil ini membantu mengangkat saham finansial, yang memberikan dorongan terbesar bagi indeks S&P 500 di antara 11 sektor indeks. Saham bank S&P 500 melonjak 2,9 persen.
 
Kekhawatiran tentang momentum perlambatan belum sepenuhnya hilang. Dengan musim pelaporan pendapatan perusahaan kuartal pertama akan terjadi sekitar dua minggu lagi, investor bersiap untuk melihat terjadinya penurunan laba pertama AS sejak tahun 2016. Analis memperkirakan pendapatan kuartalan akan turun 2 persen, menurut data Refinitiv.
 
Namun, pada hari Senin, sebagian besar sektor S&P naik. Saham produsen mobil naik setelah Dewan Negara China mengatakan pada hari Minggu bahwa negara itu akan terus menangguhkan tarif tambahan pada impor kendaraan dan suku cadang AS setelah 1 April.
 
Saham General Motors Co bertambah 1,8% dan saham Ford Motor Co naik 2,3%.
 
Saham pembuat chip, yang menarik banyak pendapatan mereka dari China, juga naik. Indeks Philadelphia Semiconductor naik 2,5 persen.
 
Saham Wynn Resorts Ltd melonjak 8,4 persen, terbesar di antara perusahaan S&P 500, karena pendapatan perjudian Maret dari wilayah Cina Makau naik dari bulan sebelumnya.
 
Adapun volume perdagangan Wall Street kali ini mencapai 7,11 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 7,47 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.
 

Terpopuler

Selasa, 29 Januari 2019 - 11:11 WIB
Forex
Wall Street Bergerak Campuran
Rabu, 13 Pebruari 2019 - 08:08 WIB
Keuangan dan Bisnis
IHSG Diramal Tertekan