Keuangan dan Bisnis | Jumat, 26 April 2019 - 08:08 WIB

S&P 500 Turun Dipicu Melemahnya Saham Industri

S&P 500 Turun Dipicu Melemahnya Saham Industri

Author:

Melia Purvita Sari

Keuangan dan Bisnis

26 April 2019

08:08 WIB

Indeks S&P 500 ditutup sedikit lebih rendah pada hari Kamis (Jumat pagi WIB), karena turunnya saham industri dan tingginya kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi global melampaui kenaikan saham Facebook dan Microsoft.
 
Dilansir dari Reuters, pada hari Jumat (26.04.2019), saham sektor industri turun 1,99 persen dengan penurunan terbesar yang dicatatkan oleh 3M, United Parcel Service Inc dan Raytheon Co usai melaporkan hasil kinerja keuangan yang mengecewakan. Fedex Corp juga merosot setelah laba UPS meleset.
 
Saham Amazon.com Inc naik 1,7 persen usai pasar ditutup setelah perseroan melaporkan laba kuartal pertama yang melampaui estimasi, meskipun perkiraan pendapatan kuartal kedua sebagian besar di bawah ekspektasi.
 
Saham Intel Corp turun 7 persen setelah produsen chip itu meramalkan pendapatan kuartal saat ini di bawah perkiraan analis. Namun saham Facebook Inc dan Microsoft Corp keduanya melonjak, masing-masing naik 5,8 persen dan 3,3 persen, setelah mereka melaporkan hasil kinerja keuangan yang lebih baik dari perkiraan.
 
“Sentimen berfluktuasi merupakan hasil pesan campuran dari pendapatan dan data. Kami akan terus melihat fluktuasi karena kami cenderung terus melihat pesan yang beragam," kata Kristina Hooper, ujar dia. Dia juga mengutip data klaim pengangguran AS yang tinggi dan penyusutan ekonomi Korea Selatan yang tak terduga.
 
Sementara ekspektasi untuk pendapatan kuartal pertama S&P diperkirakan membaik, investor tetap waspada terhadap laporan masa depan, kata Lindsey Bell, Ahli Strategi Investasi di CFRA Research, New York.
 
"Kami masih dalam mode menunggu dan melihat tentang arah ekonomi sehingga tidak ada yang mau habis-habisan di pasar saat ini terutama dengan penilaian harga premium."
 
Indeks S&P 500 telah rally 17 persen sejauh tahun ini, rebound dari penurunan tahun 2018, di tengah harapan kesepakatan perdagangan AS-China, langkah Federal Reserve untuk menghentikan sementara kenaikan suku bunga dan beberapa laporan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan.
 
Indeks mengakhiri hari 0,5 persen di bawah rekor tertinggi akhir September. Indeks telah berjuang untuk menembus di atas level itu karena investor menunggu lebih banyak katalis positif.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 134,97 poin atau 0,51 persen menjadi 26.462,08, S&P 500 kehilangan 1,08 poin atau 0,04 persen menjadi 2.926,17 dan indeks Nasdaq Composite naik 16,67 poin, atau 0,21 persen menjadi 8.118,68.
 
Keuntungan perusahaan media sosial Facebook mengangkat indeks layanan komunikasi 1 persen. Saham Healthcare naik 1,1%.
 
Namun saham 3M turun hampir 13 persen merupakan persentase penurunan satu hari terbesar dalam lebih dari tiga dekade, usai memangkas proyeksi pendapatan tahun 2019 dan mengumumkan rencana memberhentikan 2.000 pekerja. Itu adalah penurunan terbesar sejak tanggal 19 Oktober 1987, ketika turun 20,3 persen akibat kehancuran pasar saham.
 
Saham Xilinx Inc adalah penurunan persentase terbesar S&P, turun 17,1 persen setelah margin kotor kuartalan pembuat chip tersebut kurang dari perkiraan. Indeks chip Philadelphia turun 1,8 persen.

Terpopuler

Selasa, 29 Januari 2019 - 11:11 WIB
Forex
Wall Street Bergerak Campuran
Rabu, 13 Pebruari 2019 - 08:08 WIB
Keuangan dan Bisnis
IHSG Diramal Tertekan