Keuangan dan Bisnis | Jumat, 13 September 2019 - 09:09 WIB

Rupiah Diramal Menguat Terbatas di Akhir Pekan

Rupiah Diramal Menguat Terbatas di Akhir Pekan

Author:

Maulidia Septiani

Keuangan dan Bisnis

13 September 2019

09:09 WIB

Nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp13.932 per dolar AS pada Jumat (13/9) pagi. Posisi ini menguat 0,45 persen dibanding penutupan pada Kamis (12/9) yakni Rp13.994 per dolar AS. Pagi hari ini, mayoritas mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat 0,01 persen, dolar Singapura menguat 0,02 persen, peso Filipina menguat 0,06 persen, baht Thailand menguat 0,08 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,35 persen.

Sementara itu, di kawasan Asia, hanya yen Jepang saja yang melemah terhadap dolar AS sebesar 0,1 persen. Mata uang negara maju seperti poundsterling juga melemah 0,04 persen, namun euro menguat 0,01 persen dan dolar Australia menguat 0,05 persen. Rupiah berkibar lantaran pelaku pasar optimistis negosiasi perang dagang antara AS dan China akan menemui titik temu.

Pada Rabu (11/9), Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menunda penambahan tarif bagi impor China senilai US$250 miliar dari 1 Oktober 2019 menjadi 16 Oktober 2019. Ini menyusul langkah China yang mengecualikan 16 impor asal AS yang tadinya akan dikenakan tambahan tarif. Kemudian, Trump mengatakan bahwa peluang kesepakatan dagang dengan China terbuka lebar. Kedua negara bahkan dijadwalkan bertemu di Washington DC pada bulan depan.

Sentimen positif juga datang dari hasil pertemuan Bank Sentral Eropa pada Kamis (12/9) waktu setempat. Petinggi otoritas moneter Eropa sepakat akan menurunkan suku bunga deposito sebesar 10 basis poin ke negatif 0,5 persen dan akan membeli obligasi demi meningkatkan jumlah uang beredar. Hanya saja, kini perhatian pelaku pasar tertuju pada pertemuan bank sentral AS The Fed dan bank sentral Jepang pada pekan depan. Tapi ia memperkirakan penguatan hanya akan terbatas di kisaran Rp13.980 hingga Rp14.060 per dolar AS.

Terpopuler