Keuangan dan Bisnis | Selasa, 21 Mei 2019 - 01:01 WIB

Rencana Aksi People Power Tak Goyang Simpanan di Bank

Rencana Aksi People Power Tak Goyang Simpanan di Bank

Author:

Maulidia Septiani

Keuangan dan Bisnis

21 Mei 2019

01:01 WIB

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meyakini rencana aksi demo 22 Mei 2019 (people power) tidak akan membuat masyarakat khawatir dengan simpanan mereka di bank. Bahkan, tidak akan memicu penarikan dana secara tiba-tiba di bank (rush money).

Sebelumnya, isu people power menyebar di masyarakat sebagai bentuk penolakan sejumlah massa yang menolak hasil pengumuman Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pengumuman tersebut akan dibacakan pada 22 Mei, Rabu mendatang.  Ketua LPS Halim Alamsyah menegaskan rencana aksi people power tidak akan memunculkan kekhawatiran atau rush money karena gerakan ini sentimen sesaat. Khususnya bagi masyarakat yang memiliki simpanan jangka panjang. 

Selain itu, ia melihat masyarakat dengan simpanan jangka panjang tak akan khawatir dengan gerakan ini karena pertimbangan utama merupakan fundamental ekonomi Indonesia. Selama kondisi dan prosepek ekonomi di Tanah Air masih cukup kondusif dan menjanjikan, ia menilai masyarakat tak akan keluar hanya karena sentimen people power. Isu tersebut juga tidak akan menggoyangkan simpanan masyarakat di bank karena publik sudah cukup dewasa dengan sentimen-sentimen seperti ini. Toh, lembaga penegak hukum juga akan bertugas untuk mengawal people power. 

Masyarakat dan investor di luar negeri lebih memperhitungkan hal ini. Indonesia bukanlah negara tanpa hukum. 

Lebih lanjut, sekalipun aksi people power bisa menggoyangkan simpanan, ia melihat dampaknya hanya akan menyerang masyarakat dengan simpanan jangka pendek di bank.  Yang keluar mungkin yang punya uang untuk satu minggu, beberapa hari, ini yang disebut uang panas (di pasar modal). Tapi, jumlahnya tidak akan besar. 

Bahkan, ia melihat sekalipun people power bisa menggoyang simpanan berjangka pendek, hal itu masih sangat bisa diatasi oleh Bank Indonesia (BI) selaku stabilisator di pasar keuangan.  Caranya, dengan intervensi ganda yang selama ini sudah dilakukan bank sentral nasional ketika dana asing berbondong-bondong keluar dari Indonesia sepanjang tahun lalu.  Buat BI, ini bukan hal yang menakutkan, mereka masih punya sekitar US$125 miliar (cadangan devisa). Yang keluar-keluar (inflow) kemarin juga kan hanya sekitar US$1 miliar, jadi masih jauh.

Terpopuler