Forex | Senin, 07 Januari 2019 - 21:09 WIB

Seluruh Sektor Menghijau, IHSG Dibuka Menguat

Seluruh Sektor Menghijau, IHSG Dibuka Menguat

Author:

Maulidia Septiani

Forex

07 Januari 2019

21:09 WIB

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal perdagangan hari ini. Seluruh sektor saham menghijau. Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (9/1/2019), IHSG menguat 33,2 poin atau 0,53 persen ke posisi 6.296,1. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG mendaki 39,1 poin atau 0,63 persen ke posisi 6.302,03. Indeks saham LQ45 naik 0,86 persen ke posisi 1.005,98.

Sebanyak 155 saham menghijau sehingga mengangkat IHSG. Selain itu 16 saham melemah dan 93 saham diam di tempat. Pada sesi pertama, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.304,9 dan terendah 6.295,3. Dari 10 sektor pembentuk indeks, seluruhnya menguat. Sektor saham keuangan menguat 0,82 persen dan mencatatkan penguatan terbesar. Disusul kemudian sektor aneka industri yang menguat 0,82 persen dan sektor pertambangan naik 0,78 persen.

Total frekuensi perdagangan saham 8.783 kali dengan volume perdagangan saham 455,9 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 195,3 miliar. Investor asing beli saham Rp 24,6 miliar di total pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.108. Saham-saham yang mampu catatkan penguatan antara lain saham GSMF melonjak 10,53 persen ke posisi Rp 105 per saham, saham GAMA menanjak 10 persen ke posisi Rp 55 per saham, dan saham LPLI meroket 9,71 persen ke posisi Rp 113 per saham. Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham FMII susut 6,43 persen ke posisi Rp 615 per saham, saham DART merosot 6,43 persen ke posisi Rp 262 per saham, dan saham KBLV tergelincir 4,41 persen ke posisi Rp 650 per saham.

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum dapat berbalik arah ke zona hijau pada sesi kedua perdagangan saham Selasa pekan ini. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bayangi IHSG. Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (8/1/2019), IHSG merosot 24,37 poin atau 0,39 persen ke posisi 6.262,84. Indeks saham LQ45 turun 0,53 persen ke posisi 997,42. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Sebanyak 207 saham melemah sehingga menekan IHSG. 206 saham menguat mendorong pelemahan IHSG tak besar. 124 saham diam di tempat. Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.316,24 dan terendah 6.251,37. Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 497.657 kali dengan volume perdagangan 11,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,1 triliun. Investor asing beli saham Rp 311,49 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.145. Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham infrastruktur naik 1,09 persen, sektor saham aneka industri mendaki 0,30 persen dan sektor saham keuangan menanjak 0,05 persen.

Sektor saham barang konsumsi merosot 1,75 persen, dan bukukan penurunan terbesar. Disusul sektor saham manufaktur susut 1,19 persen dan sektor saham industri dasar turun 0,88 persen. Saham-saham mampu bukukan keuntungan antara lain saham FOOD melonjak 68,89 persen ke posisi Rp 228 per saham, saham RIGS menguat 34,36 persen ke posisi Rp 262 per saham, dan saham FREN mendaki 21,25 persen ke posisi Rp 97.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham DUTI merosot 17,54 persen ke posisi Rp 3.620 per saham, saham KPAS susut 15,30 persen ke posisi Rp 310 per saham, dan saham KONI turun 13,21 persen ke posisi Rp 460 per saham. Bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,20 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 0,91 persen, dan indeks saham Singapura menguat 0,24 persen.

Selain itu, indeks saham Korea Selatan Kospi turun 0,17 persen, indeks saham Thailand tergelincir 0,04 persen, indeks saham Shanghai melemah 0,20 persen dan indeks saham Taiwan susut 0,19 persen.

Terpopuler

Rabu, 13 Pebruari 2019 - 01:01 WIB
Keuangan dan Bisnis
IHSG Diramal Tertekan
Selasa, 29 Januari 2019 - 04:04 WIB
Forex
Wall Street Bergerak Campuran